Alami Preeklampsia Jelang Lahiran, Tya Ariestya Masih Nekat Kerja

Posted on
Hamil tua terserang preeklampsia, tak membuat Tya Ariestya berhenti bekerja. Tya yang seharusnya bed rest nekat tinggalkan ranjang dengan napas ngos-ngosan dan tubuh yang makin ringkih.
“Jalan sudah susah, napas sudah ngap-ngapan. Sudah tinggal nunggu hari, tapi Alhamdulilah masih dikasih kesehatan. Paling jalan lebih banyak standby di kursi roda. Memang disuruh stay di rumah, bed rest lagi, tapi ini masih ada kerjaan yang harus aku selesikan,” ucap Tya di Gandaria, Jakarta Selatan.
Berbeda dengan yang pertama, Tya merasa kehamilan keduanya terasa lebih berat. Ditambah lagi, bobotnya naik drastis dari saat hamil anak pertama.
“Kalau sekarang lebih ringkih, sebenarnya karena usia bertambah. Walaupun berat badan enggak seperti yang pertama naiknya, tapi berat total aku lebih dari yang pertama,” ucap istri Irfan Ratinggang itu.
Preeklampsia sendiri adalah sindrom yang dialami wanita yang sedang hamil tua, yang umumnya ditandai dengan tingginya tekanan darah. Tya berharap jabang bayinya dapat lahir dengan selamat dan kondisinya sehat.
“Prediksi bulan Mei awal untuk sesar, cuma HPL-nya itu 14 Mei. Ya yang terbaiknya saja sih buat aku. Kehamilan ini aku dideteksi preeklampsia. Itu penyakit yang timbul di kala ibu sedang hamil dan enggak bisa diprediksi (kapan lahirnya). Satu-satunya jalan, harus dilahirkan pada saat itu juga,” jelasnya.
“Itu aku jaga makan, harus teratur tidur, segala macam. Alhamdulilah, sampai sekarang masih aman. Mudah mudahan bisa lahir tepat waktu, berat cukup, ibu dan anaknya sehat,” pungkas Tya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *